Thursday, May 17, 2012

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 1


Pengantar

Kata pneumatik diturunkan dari kata bahasa Yunani Pnema yang berarti udara. Lebih jauh, pneumatik didefenisikan sebagai suatu ilmu mengenai sistim-sistim udara bertekanan. Sebelum era 1950-an, sistim-sistim pneumatik telah dipergunakan dalam proses-proses mekanis sederhana. Sekarang ini, sistim-sistim pneumatik memainkan peranan yang sangat penting didalam bidang otomatisasi, hal ini ditunjang pula oleh perkembangan teknologi di bidang sensor, prosesor dan actuator.
Secara umum, pneumatik berarti suatu aplikasi udara bertekanan sebagai media kerja dan media kendali pada aplikasi-aplikasi industri. Silinder pneumatik merupakan jenis actuator yang umum digunakan sebagai actuator gerakan lurus, hal ini disebabkan karena silinder tersebut memiliki harga yang murah, mudah dipasang, konstruksi yang kuat dan tersedia dalam berbagai ukuran langkah kerja.
pneumatik_fig1
Gambar 1. Alat Pengangkat Beban dengan Menggunkan Tenaga Pneumatik

Gambar 1 menunjukan suatu contoh sistim pneumatik yang digunakan untuk mengangkat/memindahkan beban (W). Sumber tenaga utama adalah kompresor, yang mengisap udara dari atmosfir dan menaikan tekanannya. Udara bertekanan tinggi ini selanjutnya disimpan didalam tangki penampung. Udara bertekanan terlebih dahulu disaring dan didinginkan sebelum disimpan pada tangki penampung. Kompresor digerakan dengan menggunakan motor listrik, sumber tenaga listrik untuk motor listrik penggerak kompresor dikendalikan dengan menggunakan saklar tekanan. Jika tekanan udara pada tangki penampung telah mencapai yang diinginkan maka saklar tekanan akan memutuskan sambungan daya listrik ke kompresor.

Sebaliknya jika tekanan pada tangki penampung turun dari nilai yang telah ditentukan, maka saklar tekanan akan menyambungkan daya listrik ke kompresor. Dengan demikian, tekanan udara di dalam tangki penampung dapat dijaga pada suatu tekanan yang relatif konstan. Selanjutnya udara bertekanan dialirkan melalui peralatan-peralatan pneumatik untuk dipakai mengangkat beban (W). Pada saat udara bertekanan mengalir melalui saluran masuk A, silinder pneumatik akan memanjang keatas, sehingga beban terangkat. Sebaliknya jika udara bertekanan dialirkan melalui saluran masuk B, maka silinder pneumatik akan memendek dan beban (W) dibawa turun. Saluran buang berguna untuk melepaskan udara bertekanan ke atmosfir setelah digunakan didalam silinder pneumatik. 

pneumatik_fig2
Gambar 2. Contoh Aplikasi Sistim Pneumatik untuk Penyimpanan Benda Kerja

Gambar 2 menunjukkan contoh aplikasi sistim pneumatik di industri, dimana sebuah silinder pneumatik dipakai untuk mendorong/mengeluarkan benda kerja dari tempat penyimpanan benda kerja.

Sistim Pengumpan Benda Kerja
pneumatik_fig3
Gambar 3. Contoh Aplikasi Sistim Pneumatik untuk transport benda kerja
Aplikasi lain sistim pneumatik diperlihatkan juga pada Gambar 3. Disini sistim pneumatik digunakan pada sistim pengumpan berputar untuk benda kerja berupa lembaran-lembaran. Benda kerja yang berupa lembaran diambil dari tempat penyusunannya (8) oleh pengisap-pengisap (1) yang ditempatkan pada piringan yang dapat berputar (4), kemudian ditempatkan pada konveyor belt (2) untuk diproses lebih lanjut pada mesin (3). Alat pemutar (5) berfungsi untuk memutar pengisap-pengisap, sedangkan alat pengangkat (6) berfungsi untuk menggerakan alat transport naik - turun. Alat pengangkat elektromekanik (7) digerakan oleh penggerak (6) untuk bergerak naik – turun. Benda kerja yang berupa lembaran-lembaran disusun diatas dudukan pengangkat (10)
Pembagian Sistim Pneumatik Berdasarkan Tekanan yang Digunakan:
  • Sistim pneumatik tekanan rendah:
    0 - 150 kPa (0 - 1.5 bar or 0 -21.78 psi)
  • Sistim pneumatik tekanan normal:
    150 - 1000 kPa (1.5 - 16 bar or 21.75 -232 psi)
  • Sistim Pneumatik tekanan tinggi: 1600 kPa (16 bar or 232 psi)
Karakteristik umum silinder pneumatik:
  • Diameter: 6 - 320 mm
  • Panjang langkah (stroke): 1 - 2000 mm
  • Tenaga: 2 – 50 kN
  • Kecepatan torak: 0.02 – 1 m/s

Elemen Sistim Pneumatik

pneumatik_fig4
Gambar 4. Diagram Blok Komponen-komponen Sistim Pneumatik

Komponen-komponen dasar dari suatu sistim pneumatik dan susunan koneksi tiap elemen diperlihatkan pada Gambar 4. Bagian paling bawah dari susunan koneksi terdapat elemen sumber tenaga atau sumber energi, yang tentu saja berupa udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor. Sumber tenaga angin dihubungkan kepada elemen penerima sinyal input (dalam hal udara bertekanan) dan selanjutnya melanjutkan udara bertekanan tersebut kepada elemen pemroses. Berikutnya, elemen pemroses menggerakan elemen output atau actuator untuk melakukan kerja (dalam hal ini melakukan gerakan).

Pengertian dan Perbedaan Sistem Hidrolik dan Pneumatik


Sistem Pneumatik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan udara terkompresi untuk menghasilkanefek gerakan mekanis. Karena menggunakan udara terkompresi, maka sistem pneumatik tidak dapat dipisahkan dengan kompresor, sebuah alat yang berfungsi untuk menghasilkan udara bertekanan tertentu.
Sistem kerja pneumatik mirip dengan sistem hidrolik. Ada beberapa bagian komponen yang sedikit berbeda, namun seperti aktuator (motor dan silinder), filter, dan solenoid valve memiliki prinsip yang sama dengan sistem hidrolik. Perbedaan mendasar dari kedua sistem tersebut adalah fluida kerja yang digunakan, sistem hidrolik menggunakan fluida inkompresibel sedangkan pada sistem pneumatik menggunakan fluida kompresibel. Tekanan kerjanya juga pada range yang berbeda, jika sistem hidrolik bekerja pada tekanan 6,9-34 MPa, maka sistem pneumatik bekerja pada tekanan rendah 550-690 KPa.
Pada kebanyakan aplikasi, sistem hidrolik banyak digunakan seperti memindahkan beban yang berat, sebagai alat penekan dan pengangkat. Dalam industri banyak ditemui penggunaan sistem hidrolik pada alat-alat berat, seperti truk pengangkat (dump truck), mesin moulding, mesin press, forklift, crane, dan lain-lain.

Pada saat ini penggunaan sistem hidrolik sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan kontrol yang menunjang pengendalian dan ketepatan (presisi) dalam penggunaannya.
Sistem Hidrolik adalah Suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Karena itu, pada sistem hidrolik dibutuhkan power unit untuk membuat fluida bertekanan. Kemudian fluida tersebut dialirkan sesuai dengan kebutuhan atau mekanisme yang diinginkan.
Perbedaan antara sistem hidrolik dan pneumatik adalah sebagai berikut:
  • Pada fluida kerja, sistem hidrolik menggunakan fluida cair bertekanan sedangkan pada pneumatik menggunakan fluida gas bertekanan
  • Sistem pneumatik umumnya menggunakan tekanan 4 – 7 kgf/cm2 dan menghasilkan output yang lebih kecil daripada sirkuit hidrolik, sehingga cocok untuk pekerjaan ringan
  • Sifat compressibility (mampu tekan) dari sirkuit hidrolik lebih besar daripada sirkuit pneumatik
  • Udara bertekanan memiliki resistansi (tahanan) kecil terhadap aliran dan dapat dijalankan dengan lebih tepat daripada tenaga hidrolik
  • Sistem hidrolik sensitif terhadap kebocoran minyak, api dan kontaminasi. Sedangkan udara bertekanan tidak mempunyai masalah seperti itu jika sirkuitnya dirancang dengan baik
  • Udara bertekanan dihasilkan oleh kompresor yang umumnya dimiliki oleh pabrik, tetapi sistem hidrolik membutuhkan pompa
  • Batas temperatur yang mampu diterima oleh peralatan hidrolik 60 – 70°C, sedangkan untuk pneumatik dapat dijalankan hingga 180°C
Kelebihan dari sistem hidrolik adalah:
Memiliki tekanan kerja yang relatif lebih besar daripada sistem pneumatik, sehingga cocok untuk pekerjaan-pekerjaan berat.
Kekurangan dari sistem hidrolik adalah:
Fluida dari sirkuit yang tercemar oleh kotoran akan menyebabkan peralatan hidrolik menjadi lemah dan cepat rusak.

Konstruksinya yang rumit dengan biaya yang mahal, serta kesulitan dalam pemeliharaan dan operasi.
Fluida kerja tidak dapat bertahan pada temperatur operasi yang lebih tinggi.
Contoh-contoh penggunaan sistem hidrolik:
Dongkrak hidrolik
Hydrostatic transmission, untuk menggerakkan peralatan konstruksi, kendaraan berat, mesin pertanian dan mentransmisikan tenaga ke aktuator tipe rotasi
Komponen yang digunakan pada sistem hidrolik:
  • Piston sebagai aktuator
  • Pompa mengubah energi mekanis dari putaran poros menjadi energi fluida dan juga untuk menaikkan fluida kerja
  • Tangki menstabilkan sirkulasi tekanan minyak yang dikeluarkan pompa, menyimpan fluida bertekanan, menghindari pressure drop apabila sejumlah besar minyak dipakai dalam waktu singkat
  • Manometer (pressure gauge): mengukur tekanan kerja fluida pada saat piston melakukan langkah maju dan langkah mundur
  • Hose
  • Hose Couplers (penyambung hose)
Directional control valve (flow control valve):
Fungsi Katup Kendali Arah adalah untuk saling menghubungkan jalur-jalur hidrolik yang bervariasi satu terhadap yang lain, untuk menghubunghkan hubungan satu terhadap yang lain.

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI

PROSES PRODUKSI

PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI PRAKTIKUM PERMESINAN

laporan permesinan

Thursday, May 3, 2012

Play Angry Bird Online




Komponen Mesin

Komponen Mesin - Mesin merupakan suatu jenis pesawat kerja yang mengubah energi kima bahan bakar menjadi energi mekanik. Untuk melakukan proses perubahan, mesin mempunyai komponen-komponen yang bekerja kompak menjadi satu kesatuan. Komponen mesin dibagi menjadi dua yaitu mesin dan kelengkapan mesin. Komponen pertama mesin merupakan pembangkit tenaga, sedangkan yang kedua merupakan komponen yang menjamin mesin bekerja dengan baik untuk pembangkitan tenaga.

Komponen Mesin adalah:

Thursday, March 1, 2012

Model Kebaya Pengantin Muslim

Model atau Desain Kebaya Pengantin Muslim | Contoh Kebaya Pengantin Muslim - Kebaya adalah salah satu model busana yang asli dari negara kita. Beraneka ragam budaya yang ada di Indonesia secara tidak langsung mempengaruhi model-model kebaya yang ada saat ini. Sehingga model kebaya yang dipakai untuk suatu acara penting sangat dipengaruhi oleh budaya setempat. Mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama islam, hal ini membuat model kebaya juga disesuaikan untuk orang muslim. Misalnya Model Kebaya Pengantin Muslim.

Model Kebaya Pengantin Muslim tidak kalah menarik dengan kebaya lainnya. Memang perbedaannya, kebaya muslim serba tertutup, namun bukan berarti Anda tidak bisa tampil menarik saat mengenakan kebaya ini. Anda hanya perlu memilih desain kebaya yang sesuai dengan usia, bentuk dan tinggi badan. Bagi Anda yang masih muda misalnya, kenakan model kebaya dengan aksen bordir sederhana. Sedangkan untuk kebaya pengantin muslim, Anda bisa memilih kebaya dengan bordir atau aksen lainnya yang bisa membuatnya tampak mewah dan anggun. Bisa dengan bahan lace atau brokat serta dilapis dengan bahan pelapis chiffon yang tidak menerawang.

Model-Kebaya-Pengantin-Muslim

Untuk pemilihan warna,jika pernikahan dilaksanakan pada siang hari, pilihlah warna lembut. Jika acara dilaksanakan pada malam hari, pilihlah warna yang lebih terang atau cenderung gelap. Untuk acara pesta formal, Anda bisa memilih model kebaya dari bahan organdi atau brukat. Jika Anda memiliki postur tubuh tinggi, bisa membuat model kebaya panjangnya hingga mata kaki. Bagi yang posturnya biasa saja dapat mengenakan kebaya panjang hingga sebetis. Pastikan mengenakan kain senada dengan pengantin pria dan mengenakan penutup kepala (kerudung) satu warna dengan kebayanya, tanpa motif atau sederhana saja.

Model-Kebaya-Pengantin-Muslim

Model kebaya bagi Anda pemilik postur tinggi-kurus, buatlah kebaya panjang di atas lutut dengan kerah sabrina yang dapat menutupi tulang bagian leher. Anda juga bisa memilih model kebaya berleher agak rendah dan berbentuk U, dengan panjang kebaya mencapai tengah paha atau atas lutut dan tidak kepanjangan. Untuk aksen pemanis, berikan sedikit payet-payet di seluruh kebaya yang tersebar secara merata. Agar lebih menarik lagi, Anda bisa mengenakan sarung (kebawahan kebaya) dan selendang bercorak mencolok untuk menyamarkan tubuh sehingga tampak berisi.

Bagi Anda pemilik tubuh mungil, hindari kebaya pengantin muslim yang bertumpuk, longgar dan berwarna gelap. Pilihlah kebaya yang sederhana seperti blus tunik dari bahan thai silk dengan hiasan bordir.
Model kebaya pengantin muslim yang baik ialah yang tidak ketat dan membentuk tubuh, tidak tipis juga transparan, dan harus menutup aurat. Pastikan kebaya yang akan Anda kenakan nyaman, sehingga Anda bisa menikmati hari pernikahan Anda. Kunsultasikan kembali dengan vendor yang bersangkutan mengenai pemilihan bahan serta modelnya.